Samsung Rilis Galaxy A7 (2018), Apa Bedanya dengan Galaxy A7 (2016) dan Galaxy A7 (2017)?

Samsung Rilis Galaxy A7 (2018), Apa Bedanya dengan Galaxy A7 (2016) dan Galaxy A7 (2017)?

Pada bulan September 2015 lalu, Samsung merilis produk terbaru mereka yang diberi nama Samsung Galaxy A7. Namun hanya berselang beberapa bulan saja, tepatnya pada bula Januari 2017, perusahaan asal Korea Selatan ini kembali merilis produk smartphone dengan nama yang sama. Dan di tahun 2018 ini, tepatnya pada bulan Oktober 2018, kembali Samsung merilis Samsung Galaxy A7.

Menjadi satu hal yang membingungkan, bukan, kenapa ada 3 smartphone dari jajarang Galaxy yang dimiliki Samsung memiliki nama sama, yaitu Samsung Galaxy A7 atau dikenal juga dengan nama Samsung Galaxy A7 (2016), kemudian Samsung Galaxy A7 (2017) dan kini ada lagi Samsung Galaxy A7 (2018).

Secara umum, ketiga produk dengan nama sama tersebut tidak memiliki banyak perbedaan berarti jika dilihat sekilas. Akan tetapi ketika diteliti lebih lanjut, baik pada bagian eksternal ataupun internalnya cukup berbeda.

Galaxy A7 (2016) memiliki dimensi sebesar 151.5 x 74.1 x 7.3 mm dengan berat 172 gram, sedangkan Galaxy A7 (2018) mempunyai ukuran sedikit lebih besar beberapa milimeter, yaitu sebesar 156.8 x 77.6 x 7.9 mm dengan berat 186 gram dan Galaxy A7 (2018) berukuran paling besar namun paling ringan, yaitu  159.8 x 76.8 x 7.5 mm dengan berat 168 gram.

Berbeda dari sisi ukuran totalnya, ketiga produk tersebut juga memiliki perbedaan dari ukuran layarnya. Samsung Galay A7 (2016) menggunakan layar berukuran 5,5 inci (1080 x 1920 pixels), Galaxy A7 (2017) memiliki layar berukuran 5,7 inci (1080 x 1920 pixels) dan Galaxy A7 (2018) mempunyai layar berukuran 6,0 (1080 x 2220 pixels).

Tidak hanya itu saja, dari sisi kameranya, ketiga produk yang sama-sama mengusung nama Galaxy A7 itu pun berbeda. Pada Galaxy A7 (2016), Samsung menyematkan kamera belakang dengan resolusi sebesar 13MP dengan kamera depan sebesar 5MP, sedangkan Galaxy A7 (2017) dilengkapi dengan kamera belakang dan depan yang memiliki resolusi sama, yaitu masing-masing sebesar 16MP dan Galaxy A7 (2016) lebih hebat lagi karena dilengkapi dengan 4 sensor lensa yang masing-masing memiliki resolusi sebesar 24 MP (f/1.7, PDAF) + 8 MP (f/2.4, 13mm (ultrawide)) + 5 MP (f/2.2, depth sensor) untuk yang ada di bagian belakang dan sebesar 24MP untuk yang terletak di bagian depan.

Untuk bagian dalamnya, Galaxy A7 (2016) dilengkapi dengan chipset Exynos 7580 Octa, prosesor Octa-core 1.6 GHz Cortex-A53 dan GPU Mali-T720MP2 untuk pasaran global atau chipset Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615, prosesor Octa-core (4×1.2 GHz Cortex-A53 & 4×1.5 GHz Cortex-A53) serta GPU Adreno 405 untuk pasaran Cina. Operating system yang digunakannya adalah Android 5.1.1 (Lollipop) yang dapat diupgrade sampai ke Android 7.0 (Nougat). Tempat penyimpanan internalnya memiliki kapasitas sebesar 16GB yang didukung oleh RAM sebesar 3GB.

Sedangkan untuk Galaxy A7 (2017), di bagian dalamnya terdapat chipset Exynos 7880 Octa, prosesor Octa-core 1.9 GHz Cortex-A53 dengan GPU Mali-T830MP3. Operating system yang dipakainya adalah Android 6.0.1 (Marshmallow) yang dapatu diupgrade sampai ke Android 8.0 (Oreo). Internal storagenya sebesar 32Gb dengan RAM 3GB.

Dan Galaxy A7 (2018) menggunakan operating system Android 8.0 (Oreo) yang dapat diupgrade ke Android 9.0 (Pie) dan memiliki RAM sebesar 4 dan 6 GB serta internal storage sebesar 64 dan 128 GB. Chipset yang dipakainya adalah Samsung Exynos 7 7885 Octa dengan prosesor Octa core 2.2 GHz, Cortex-A53 serta GPU Mali-G71 MP2.

Jadi dapat dikatakan dalam hal ini adalah Samsung Galaxy A7 keluaran 2018 lebih hebat dan bagus dibandingkan 2 produk dengan nama sebelumnya. Dan tentu saja, harganya lebih tinggi dibandingkan dengan 2 model sebelumnya itu.